Tradisi Idul Fitri Ernest Prakasa

Minggu, Oktober 29, 2017



Rubrik Pokok & Tokoh Majalah Tempo Edisi 17-23 Juli 2017, halaman 104. 
Foto: ABDI PURMONO (Rabu, 5 Juli 2017)

KOMIKA yang juga sutradara, Ernest Prakasa, 35 tahun, tak merayakan Idul Fitri. Tapi, tiap Lebaran, ia punya kebiasaan yang tak boleh dilewatkan, yakni berlibur bersama keluarga.

“Kebetulan tradisi setiap libur panjang Idul Fitri selalu sama Mama dan Papa. Mama sudah lama ingin ke Jepang dan baru sekarang kesampaian,” kata Ernest kepada Tempo di tepi Sungai Sumida, Distrik Asakusa, Tokyo, Rabu dua pekan lalu.

Selain membawa kedua orangtuanya, sutradara film Cek Toko Sebelah (2016) itu memboyong istri, Meira Anastasia; kedua anak mereka, Sky Tierra Solana dan Snow Auror Arashi; kedua mertuanya; serta saudara iparnya. Bersepuluh, mereka tiba di Tokyo pada 2 Juli lalu. Mereka antara lain bertandang ke Odaiba Seaside Park yang terletak di tepi pantai, menjelajahi Arashiyama Bamboo Forest, juga berfoto dengan karakter Sesame Street dan Cookie Monster di Universal Studio Osaka.

Mereka juga mengunjungi kuil bersejarah Todaiji Temple dan menjajal roller coaster yang jungkir balik 360 derajat di Tokyo Disney Sea.

Menurut Ernest, liburan seperti ini adalah kemewahan paling ia syukuri dari profesinya. Bukan persoalan jalan-jalan ke luar negerinya, melainkan kebebasannya mengatur waktu sehingga bisa memilih kapan berfokus pada pekerjaan dan kapan untuk keluarga. 

Seusai liburan, peraih Piala Maya 2016 untuk kategori Debut Sutradara Berbakat dan Skenario Adaptasi Terpilih ini akan kembali ngebut menyelesaikan naskah film ketiganya, Susah Sinyal, yang rencananya tayang pada akhir tahun nanti. ABDI PURMONO


Share this :

Previous
Next Post »