Bajik dan Bijak Bermedia Sosial

Jumat, November 20, 2015
Sumber: Google



Pada Kamis malam, 12 November 2015, saya menghapus akun BlackBerry Messenger (BBM). Saya merasa capek mendengar tang-ting-tung-teng-tong, dibajak masuk ke dalam obrolan bervirus, dan keseringan dikirimi broadcast. Sebelumnya saya sudah menghapus akun Path dan Line.

Mungkin saya segera menghapus akun Twitter dan Instagram untuk selanjutnya bertahan menggunakan akun Facebook dan WhatsApp saja. Saya bukan antimedia sosial. Saya cuma ingin menggunakan media sosial yang betul-betul saya butuhkan dan berguna untuk mendukung pergaulan sosial saya.

Jadi, kepada 600-an kawan di jejaring BBM, mohon maaf bila sejak Kamis kemarin kita sudah putus kontak. Kita masih bisa berteman lewat WhatsApp dan Facebook.

Dan yang terpenting dari semua itu, kita masih bisa bertemu langsung; saling bertatap wajah tanpa harus dan merasa (sok) sibuk menatap layar gawai (gadget) sehingga kita mengabaikan esensi silaturahim dan kehilangan kesempatan untuk memanusiawikan diri kita sendiri. Penggunaan media sosial yang tidak bijak dan bajik bisa menjerumuskan kita dalam sikap dan perilaku semu dan palsu.

Harap maklum dan terima kasih. 

_______________________________

Tulisan ini pertama kali saya tayangkan di akun Facebook saya pada Jumat, 13 November 2015.

Share this :

Previous
Next Post »