Selusin Anggota Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Gugur dalam Kecelakaan Hercules

Senin, Desember 19, 2016
Hercules A-1316 sedang menjalani perawatan di hanggar Skuadron Udara 32 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh pada Kamis, 30 Mei 2012. (Foto: ABDI PURMONO)

SEBANYAK 12 dari 13 korban meninggal dalam kecelakaan pesawat Hercules A-1334 di sekitar Gunung Lisuwa, Distrik Minimo, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, pada Ahad pagi, 18 Desember 2016, merupakan anggota Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh.

Pangkalan itu berlokasi di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Hercules berkandang di Skuadron Udara 32 Wing 2.

“Positif, 12 anggota kami gugur dalam tugas. Mereka kru Herky (kode Hercules) A-1334,” kata Komandan Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Marsekal Pertama TNI Djoko Senoputro.

Menurut Djoko, pesawat angkut militer bertipe C-130 itu diterbangkan diterbangkan dari Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh pada Sabtu, 17 Desember 2016, pukul 04.00 WIB. Pesawat dijadwalkan kembali ke Malang pada Rabu, 21 Desember tahun yang sama.

Dipiloti Mayor (Penerbang) Marlon Ardiles Kawer, pesawat diterbangkan untuk menjalani tugas latihan terbang navigasi jarak jauh atau Navex (navigation exercises). Tugas itu tertuang dalam Surat Perintah Terbang Nomor: SPT/2799/XII/2016 yang ditandatangani Djoko pada Jumat, 16 Desember 2016, pukul 20.00 WIB. SPT ini dibuat berdasarkan telegram Panglima Komando Pelaksanaan Operasi TNI Angkatan Udara 2 (Pangkoopsau 2) Makassar No. T/3982/16 Tgl 1216.

Di Jakarta Timur, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya Hadiyan Sumintaatmadja mengatakan, sebelum diketahui mengalami kecelakaan, pesawat Hercules A-1334 sempat berkomunikasi dengan petugas air traffic controller (ATC) atau pihak menara bandar udara Wamena, Papua.

Pesawat lepas landas dari Bandar Udara Mozes Kilangin, Timika, Papua, pada pukul 05.30 WIT (Waktu Indonesia Timur) dan diperkirakan mendarat di Bandar Udara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, pukul 06.13 WIT. Di Wamena, kata Hadiyan, ada dua landasan pacu, yakni runway atau azimuth 15 dan 33. 

Hadiyan melanjutkan, pada pukul 06.02 WIT pesawat sempat berkomunikasi dengan pihak menara Bandar Udara Wamena untuk melakukan pendaratan di landasan pacu azimuth 15.

“Karena di ujung runway (landasan pacu) 15 kurang baik, kemudian diputuskan untuk mengubah pendaratan ke runaway 33,” kata Hadiyan dalam konferensi pers di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

Pada pukul 06.08 WIT, petugas ATC dari menara Wamena sempat melihat visual A-1334 mendekati bandara. Istilahnya, pesawat ada di downwind. Pada pukul 06.09 WIT petugas menara memanggil-manggil pesawat, tapi tiada jawaban dari pilot Marlon. Tak lama kemudian diketahui pesawat itu jatuh dekat ujung landasan 33.

Disusun berdasarkan hirarki kepangkatan, berikut ini daftar nama 12 anggota Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh yang gugur:

1.   Mayor (Penerbang) Marlon Ardiles Kawer (Instruktur    
      Penerbang). Marlon lahir di Biak, Papua, 30 Maret 1982.
2.   Kapten (Penerbang) Jhon Hotlan Parlin Saragih 
      (Penerbang BR). Hotlan lahir di Pagar Jambi, Kecamatan
      Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara,
      16 Juni 1985.
3.   Letnan Satu (Penerbang) Hanggo Fitradhi (Penerbang
      II). Hanggo lahir di Ngajuk, Jawa Timur, 19 Juni 1982.
4.   Letnan Satu (Navigator) Arif Fajar Prayogi (Navigator I). 
      Arif lahir di Malang, Jawa Timur, 29 Desember 1988.
5.   Pembantu Letnan Satu Lukman Hakim (Juru Radio 
      Udara). Lukman lahir di Malang, Jawa Timur, 2 April
     1972.
6.   Pembantu Letnan Satu Suyata (Juru Mesin Udara I).
      Suyata lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, 15 Mei 1967.
7.   Pembantu Letnan Satu M. Khusen (Juru Mesin Udara II).
      Khusen lahir Sidoarjo, Jawa Timur, 28 Desember 1964.
8.   Pembantu Letnan Satu Agung Tri Wahyudi (Load Master 
      I). Agung Tri lahir di Surabaya, Jawa Timur, 15 Maret
      1975.
9.   Pembantu Letnan Dua Agung Sugihantono (Load Master
      II). Sugihantono lahir Magetan, Jawa Timur, 23 April
     1977.
10. Sersan Mayor Mokhammad Khudori (Juru Mesin Udara
      II). Khudori lahir di Tulungagung, Jawa Timur, 15 Februari
      1979.
11. Sersan Mayor Achmad Fatoni (Load Master II). Fatoni
      lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 23 Juni 1979.
12. Sersan Dua Suyanto (extra crew). Suyanto lahir di
      Surabaya, 14 November 1977.

Satu korban lagi atas nama Kapten Rino Pratama dari Satuan Radar (Satrad) 242 Tanjung Warari, Biak, Provinsi Papua.

Sekadar tambahan, Satrad 242 merupakan satuan radar kedua yang resmi dioperasikan sejak 1 April 2006, setelah Satrad 241 Buraen di Nusa Tenggara Timur. Pengoperasian Satrad 242 di bawah Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV Biak. 

Kecelakaan pesawat Hercules A-1334 di Papua merupakan kecelakaan pesawat jenis dalam waktu kurang dari dua tahun setelah jatuhnya Hercules di Kota Medan pada 30 Juni 2015. ABDI PURMONO


Share this :

Previous
Next Post »