Prasasti Kutukan: Si Bangsawan Pembawanya Meninggal (2)

Kamis, Juni 04, 2015
TEMPO, RABU, 03 JUNI 2015 | 07:45 WIB


Punden Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu
Kamis, 2 April 2015
Foto: ABDI PURMONO

TEMPO.CO, Batu - Lord Minto yang berani membawa Prasasti Sangguran, entah kebetulan atau memang terkutuk, ternyata bernasib sial. Inilah keadaan rumah keluarga Lord Minto VIIdi Hawick, Roxburghshire, Skotlandia, sekarang. Rumah itu berjarak sekitar 650 meter dari kawasan padang golf yang luas dan dikelilingi perbukitan di perbatasan Inggris dan Skotlandia.

Kondisi prasasti yang dibawa ke sana itu kini sangat memprihatinkan. Permukaannya tertutup lumut dan mengalami pelapukan karena harus menghadapi cuaca ekstrem Skotlandia tanpa pelindung dan perawatan sama sekali dari profesional.

Prasasti itu dapat sampai ke sana karena Letnan Gubernur Jenderal Jawa Sir Thomas Stamford Raffles. Saat berkuasa di sini, ia membawa prasasti tersebut dari Jawa Timur untuk dihadiahkan kepada atasannya, Gubernur Jenderal Lord Minto I—yang bernama lengkap Sir Gilbert Elliot-Murray-Kynynmound—di India. Maka Prasasti Sangguran dikenal juga dengan nama Batu Minto.

Pada Juni 1813, kapal Matilda yang membawa Batu Minto dari Surabaya melego jangkar di Pelabuhan Kolkata, India. Lord Minto sangat senang. Seperti terungkap dalam suratnya kepada Raffles, ia menyebut prasasti itu pesaing alas patung Peter yang Agung di St Petersburg, Rusia. Begitu senangnya sampai ia menyuruh agar batu asal Jawa itu diletakkan di kampung halamannya, di puncak bukit Minto Craigs, di sebelah utara Sungai Tevoit, Skotlandia.

Namun sebuah tragedi terjadi. Lord Minto tak pernah bisa melihat batu asal Sangguran itu di Skotlandia. Enam bulan setelah menerima batu itu, Lord Minto dicopot dari jabatannya sebagai gubernur jenderal tanpa diketahui sebab-musababnya. Dia pulang ke Inggris dalam keadaan tidak sehat. Ia wafat di Stevenage pada 21 Juni 1814 dalam perjalanan menuju Skotlandia. (Bersambung)


DIAN Y. | RATNANING ASIH | A. PURNOMO | DAVID P. (MAJALAH TEMPO, 4 MEI 2014)

Share this :

Previous
Next Post »